Houthi Masuk Konflik Iran, Bursa Asia dan AS Kompak Memerah
News
30 March 2026 07:20

Matthew Burgess dan Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham global bergerak melemah sementara harga minyak mentah terus mendaki seiring meningkatnya tensi di Timur Tengah. Masuknya kelompok Houthi yang didukung Iran ke dalam konflik serta perluasan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi berkepanjangan.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS turun 0,6% dan bursa Asia dibuka melemah pada Senin (30/3) saat konflik memasuki minggu kelima. Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi yang mengancam pertumbuhan ekonomi global. Minyak Brent tercatat naik lebih dari 2% hingga melampaui US$115 per barel. Sementara itu, Dolar AS yang menjadi aset aman (safe haven) pilihan selama perang, naik 0,2% sekaligus mencatatkan penguatan selama lima hari berturut-turut.
Eskalasi meningkat setelah Israel kembali menyerang Teheran pada hari Minggu, sementara Arab Saudi mencegat belasan drone, sehari setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman resmi terlibat dalam perang. Kedatangan sekitar 3.500 tentara tambahan AS ke Timur Tengah semakin menegaskan risiko perluasan konflik.
"Eskalasi ini meningkatkan peluang bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan investor, sehingga harga minyak akan tetap sangat tinggi," ujar Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co. "Kita harus bersiap menghadapi pelemahan pasar yang lebih dalam."






























