Harga Minyak Melonjak Saat Houthi Terjun ke Perang Timur Tengah
News
30 March 2026 05:43

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, resmi terlibat dalam perang Timur Tengah. Situasi ini diperparah dengan tibanya lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi besar serta guncangan lanjutan di pasar energi.
Minyak jenis Brent—yang tengah menuju rekor kenaikan bulanan tertinggi—melonjak hingga 3,3% ke level US$116,50 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal dan drone ke arah Israel akhir pekan lalu, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok proksinya dihentikan. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik hingga 3,4%.
Meski Houthi belum secara eksplisit menyatakan akan menargetkan kapal-kapal yang melintasi Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab El-Mandeb, mereka memiliki kapabilitas untuk melakukan hal tersebut. Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi—yang digunakan kerajaan itu untuk mengirim minyak guna menghindari Selat Hormuz—kini berada dalam jangkauan rudal Houthi.
Harga Brent telah melonjak lebih dari 50% sepanjang Maret seiring perang antara AS, Israel, dan Iran yang mengacak-acak pasar global. Konflik ini telah memasuki minggu kelima dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun ada upaya diplomatik dari Washington serta pembicaraan damai di Pakistan akhir pekan lalu.




























