Harga Minyak Masih Penuh Ketidakpastian, Nego Gencatan Tak Jelas
News
27 March 2026 05:18

Bloomberg, Kegagalan Donald Trump meyakinkan para trader terkait rencana mengakhiri perang dengan Iran membuat harga minyak bergejolak, dari awalnya sudah dalam posisi kenaikan US$103 per barel, kini terkatrol lagi menjadi di atas US$108 per barel.
Trump terakhir kali menyampaikan bahwa ia tidak tahu apakah Amerika Serikat “bersedia” bekerja sama dengan Iran dalam mencapai kesepakatan. Konflik yang telah berlangsung selama sebulan ini nyata terbukti memberi tekanan pada pasar energi global, yang berdampak sangat parah di Asia, dan mengancam lonjakan inflasi di seluruh dunia. WTI, patokan harga minyak mentah AS, naik 4,6%.
Langkah Trump terbaru adalah memperpanjang batas waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga 6 April sebelum menyerang infrastruktur energi negara tersebut.
Penutupan nyaris 100% Selat Hormuz, rute pengiriman minyak dan gas yang vital, mengakibatkan kehilangan jutaan barel produksi minyak harian, sementara harga produk mulai dari solar hingga bahan bakar jet melonjak tajam.
Selama sebulan terakhir, harga berfluktuasi selaras kabar utama soal arah perang AS-Israel terhadap Iran. Harga naik setelah AS memperingatkan kapal-kapal tentang potensi ancaman dari militan Houthi yang berbasis di Iran di Selat Bab El Mandeb yang strategis, hingga picu kekhawatiran akan tekanan lebih lanjut pada rantai pasokan global yang sudah rapuh. Rute tersebut adalah salah satu dari sedikit rute pengiriman alternatif ke Hormuz.



























