Logo Bloomberg Technoz

Dalam kasus pertama sejenis yang dibawa ke pengadilan, juri yang terdiri dari 12 orang menyatakan bahwa Meta dan Google teledor dalam desain dan pengoperasian platform mereka, serta seharusnya memperingatkan bahwa produk mereka mungkin berbahaya bagi anak di bawah umur. Berbeda dengan kasus pidana, beberapa gugatan perdata tidak memerlukan putusan bulat. Para juri memutuskan dengan suara 10 berbanding 2 guna menyatakan kedua perusahaan tersebut bertanggung jawab.

Baca Juga: Seperti Tembakau, Media Sosial Ditunduh Timbulkan Kecanduan

Anggota juri menyatakan Meta harus membayar US$4,2 juta kepada penggugat, Kaley G.M., dan Google harus membayar US$1,8 juta. Setengah dari pembayaran masing-masing perusahaan dimaksudkan untuk mengganti kerugian Kaley, termasuk biaya terapi, sedangkan setengahnya lagi merupakan ganti rugi hukuman, yang bertujuan untuk menghukum pelanggaran dan mencegah perilaku serupa di masa depan. 

Dalam argumennya kepada juri, Mark Lanier, pengacara Kaley, menyarankan agar juri mempertimbangkan kekayaan besar kedua perusahaan tersebut, dengan menekankan bahwa ganti rugi hukuman sebesar US$1 miliar saja cuma setetes air di lautan.

Kaley — yang mengaku mulai menonton video di YouTube sejak usia enam tahun dan mulai menggunakan aplikasi berbagi foto Instagram pada usia sembilan tahun — menyalahkan platform-platform tersebut atas berbagai dampak negatif, termasuk kecemasan, depresi, dan dismorfia tubuh. Ia hadir di ruang sidang untuk mendengarkan putusan, namun tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Meta dan Google menyatakan menolak putusan tersebut. Juru bicara Meta mengatakan perusahaan sedang mengevaluasi opsi hukumnya, sementara juru bicara Google mengatakan perusahaan berencana mengajukan banding.

“Kasus ini salah memahami YouTube, yang merupakan platform streaming yang dibangun secara bertanggung jawab, bukan situs media sosial,” kata Jose Castañeda, juru bicara Google. 

Pengacara Kaley mengatakan dalam pernyataan bahwa putusan tersebut mengirimkan “pesan yang tak terbantahkan.”

“Hari ini, juri melihat kebenaran dan meminta pertanggungjawaban Meta dan Google atas desain produk yang membuat ketagihan dan merugikan anak-anak,” menurut pernyataan tersebut.

Makin Banyak Negara Perketat Aturan Platform Medsos, Ini Alasanya (Bloomberg Technoz/Asfahan)

(bbn)

No more pages