Logo Bloomberg Technoz

Perhitungan Harga

Bayu mengungkapkan harga minyak global per Maret 2026 naik menjadi US$110/barel atau telah naik hingga 57% dari rata-rata harga sebelum pecahnya perang di Timur Tengah sebesar US$70/barel.

Pergerakan harga minyak dunia itu disebutnya memengaruhi fluktuasi harga avtur di Indonesia, di mana pada 2019 harga avtur tercatat sebesar Rp10.442/liter, sedangkan per Maret 2026 telah mencapai Rp14.000—Rp15.500 per liter atau naik 34%—48%.

“Harga avtur ini diprediksi akan naik lagi mengikuti kenaikan harga minyak akibat krisis geopolitik global tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Bayu juga menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang turut memengaruhi biaya operasional maskapai penerbangan.

Dia menyebut ketika TBA ditetapkan pada 2019 rata-rata pergerakan rupiah berada di rentang Rp14.136/US$, sementara per Maret 2026 nilai tukar rupiah telah mencapai Rp17.000/US$ atau naik lebih dari 20%.

“Biaya operasional maskapai penerbangan 70% menggunakan dolar AS, sedangkan pendapatan maskapai nasional adalah dari rupiah, sehingga dengan naiknya nilai tukar Dollar AS akan makin membebani keuangan maskapai penerbangan nasional,” papar Bayu.

Harga Jual

Di sisi lain, Bayu memprediksi PT Pertamina (Persero) selaku penyalur avtur bakal menaikkan harga jual bahan bakar pesawat per 1 per 2026, mengikuti harga pasar yang sudah naik tinggi gegara krisis di Timur Tengah.

Lebih lanjut, dia juga menyorotinya tambahan biaya operasional maspakapi yang melakukan penerbangan ke Timur Tengah dan Eropa.

Bayu menyatakan, saat ini rute penerbangan harus dilakukan memutar melewati wilayah konflik sehingga biaya operasional yang dikeluarkan lebih tinggi.

“Di sisi lain, karena adanya konflik geopolitik tersebut, maka jumlah penumpang ke Timur Tengah terutama penerbangan umrah menjadi berkurang. Demikian juga untuk turisme ke Indonesia juga akan terdampak, baik kedatangan wisman dari Eropa ataupun Timur Tengah sendiri,” kata Bayu.

Bayu turut mengungkapkan terdapat gangguan rantai pasok suku cadang pesawat gegara konflik tersebut, sehingga waktu pengiriman suku cadang menjadi lebih panjang mencapai 7—10 hari dari sebelumnya 2—3 hari.

Di saat yang sama, lanjut dia, terdapat biaya tambahan dalam proses pengiriman untuk menjamin keselamatan dan keamanan gegara rute penerbangan memutar lebih lanjut.

Negara Lain

Bayu menyatakan sudah banyak maskapai di berbagai negara yang melakukan penyesuaian biaya operasional dengan menambah fuel surcharge sebesar 5%—70%.

Langkah tersebut, tercatat dilakukan oleh sejumlah maskapai, antara lain; Air India, Air India Express, IndiGo dan Akasa Air dari India, South African Airlines, FlySafair dari Afrika Selatan, Cathay Pacific dan Hong Kong Airlines dari Hong Kong, Thai Airways dari Thailand, Qantas dari Australia, Korean Air dan Asiana dari Korea Selatan, hingga Air Mauritius, Ethiopian Airlines, Kenya Airlines dari kawasan Afrika.

Selain meminta pemerintah menaikkan fuel surcharge dan TBA, Bayu berharap pemerintah memberikan stimulus seperti penundaan pajak pertambahan nilai (PPn) avtur dan tiket domestik, keringanan biaya bandara atau PJP4U, serta kebijakan rescheduling pembayaran outstanding biaya bandara dan navigasi tetap dipertahankan.

“Permintaan ini INACA ajukan untuk mengantisipasi penyesuaian harga avtur dari Pertamina per tanggal 1 April 2026 serta untuk tetap menjamin keberlangsungan usaha, keterjaminan keselamatan,  serta ketersediaan konektivitas angkutan udara nasional dengan mempertahankan tingkat keselamatan yang tinggi,” tegas dia.

Ilustrasi Pengisian Avtur (Dok. Pertamina)

Untuk diketahui, di negara Asean lainnya, Vietnam Airlines akan menangguhkan sementara penerbangan di beberapa rute domestik karena kekurangan bahan bakar jet atau avtur, dan kenaikan harga bahan bakar yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan udara di negara tersebut

Maskapai penerbangan nasional akan memangkas sekitar 23 penerbangan per minggu mulai 1 April karena pasokan bahan bakar jet yang makin ketat, menurut pernyataan dari Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam.

VietJet Aviation JSC juga mengurangi penerbangan di beberapa rute, menurut jadwal di situs jejaring pemesanannya.

Bamboo Airways akan berupaya mempertahankan penerbangan selama periode puncak perjalanan, meskipun frekuensi mungkin lebih rendah daripada tahun lalu jika harga minyak tetap tinggi, kata maskapai tersebut dalam sebuah pernyataan.

Maskapai ini juga meminta pemerintah untuk menawarkan lebih banyak dukungan kepada maskapai penerbangan, termasuk pengurangan lebih lanjut dalam pajak perlindungan lingkungan dan pajak bahan bakar penerbangan.

Di tempat lain di Asia Tenggara atau Asean, maskapai penerbangan murah Filipina, Cebu Air, berencana untuk mengurangi penerbangan mulai April karena lonjakan harga bahan bakar yang disebabkan oleh krisis Timur Tengah, kata maskapai tersebut dalam sebuah pernyataan pada Senin.

Dalam wawancara dengan Bloomberg News hari ini, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan penghentian operasional pesawat karena kekurangan bahan bakar jet atau avtur yang disebabkan oleh perang di Iran adalah "kemungkinan yang nyata."

“Beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan kami bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat mereka, jadi mereka harus membawa bahan bakar ke sana dan kembali,” kata Marcos dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, Selasa (24/3/2026).

“Penerbangan jarak jauh akan menjadi masalah yang jauh lebih serius.”

Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M V Dumatubun memastikan stok avtur milik perseroan dalam kondisi yang aman.

Akan tetapi, Roberth belum berkenan mengelaborasi berapa tepatnya pasokan avtur yang dimiliki oleh perseroan.

"Stok Avtur Pertamina Aman, stok dalam kondisi cukup," ujar Roberth kepada Bloomberg Technoz, Selasa (24/3/2026).

Sebagai mitigasi untuk mengamankan pasokan, kata Roberth, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah dan mitra pemasok untuk menjaga ketersediaan produk yang dibutuhkan.

Menurutnya, mekanisme komunikasi dan pengadaan atau tender dilaksanakan dengan mengacu pada keadaan terkini.

"[Hal ini dilakukan] sesuai dengan arahan pemerintah untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," ujarnya.

-- Dengan asistensi Dovana Hasiana

(azr/wdh)

No more pages