Hal ini dilakukan karena pemerintah mengupayakan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB).
“Ada tadi didiskusikan tadi kalau memang harga BBM naik terus kan itu langkah pertama, efisiensi,” kata Purbaya ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama para menteri bidang ekonomi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Purbaya mengaku dalam seminggu ke depan akan meminta kementerian dan lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggaran yang bisa dipotong. Dia meminta K/L menunda program-program tambahan sampai waktu yang memungkinkan.
“Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan berapa persen anggarannya dipotong,” ujarnya.
Dia menegaskan saat ini Kementerian Keuangan akan menunda sejumlah usulan program tambahan oleh K/L terkait. Pemerintah akan fokus terhadap sejumlah program pemerintah yang ada saat ini.
“Jadi ada kan beberapa program tambahan ada kan anggaran tambahan-tambahan yang membuat menggelembung sekali. Yang anggaran sekarang, yang pertama, kita fokus ke yang ada saja. Program tambahan kita tunda dulu sampai keadaan memungkinkan. Tapi sekarang jelas enggak mungkin,” jelas dia.
Meski demikian, Purbaya menyebut pemotongan anggaran K/L belum tentu dieksekusi. Perhitungan ini sebagai langkah awal supaya ketika diperlukan, bisa dieksekusi dengan benar.
(ell)




























