Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve turut menjadi faktor penekan. Proyeksi pemangkasan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan dua kali tahun ini kini bergeser menjadi hanya satu kali.

Kondisi tersebut membuat imbal hasil aset dolar AS tetap tinggi, sehingga aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi tertahan.

“IHSG cenderung bergerak sideways hingga bearish dalam jangka pendek karena aliran dana asing yang lebih selektif,” tambahnya.

Selama IHSG libur, bursa Asia tetap beroperasi, sehingga terdapat risiko lagging adjustment ketika pasar domestik kembali dibuka. Jika pasar global melemah, IHSG berpotensi menyesuaikan penurunan secara sekaligus dalam satu hingga dua sesi awal perdagangan.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki level support di kisaran 7.000 dan resistance di area 7.200–7.300. Jika level 7.000 ditembus, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 6.700.

Dari sisi sektoral, saham perbankan dan properti dinilai paling rentan terhadap tekanan suku bunga tinggi dan pergerakan dana asing. Sebaliknya, sektor energi dan komoditas seperti batu bara dan emas cenderung lebih defensif di tengah ketidakpastian global.

Senada, Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai potensi gap tetap terbuka saat IHSG kembali diperdagangkan, terutama jika selama libur terjadi pergerakan signifikan di pasar global.

“Dalam konteks saat ini, risiko tekanan cenderung lebih dominan karena pasar global masih dibayangi ketidakpastian,” ujarnya.

Menurut Hendra, saat ini IHSG memiliki level krusial dengan support di 6.900 hingga 7.000. Area ini menjadi penentu arah berikutnya apakah IHSG mampu melanjutkan penguatan atau kembali masuk ke fase konsolidasi lebih dalam.

Ia menambahkan, perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga global serta tingginya ketidakpastian geopolitik berpotensi membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas dalam jangka pendek, seiring aliran dana asing yang menjadi lebih selektif.

(dhf)

No more pages