Di sisi lain, pengawasan keamanan tetap dilakukan secara ketat. Penumpang diimbau mengantisipasi waktu antrean dan memastikan tidak membawa barang berbahaya ke dalam pesawat.
Selain itu, pengaturan slot time penerbangan juga menjadi perhatian untuk menghindari penumpukan pergerakan dalam waktu berdekatan.
"Koordinasi yang erat dengan maskapai dan seluruh stakeholder dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional, termasuk dalam penanganan bagasi agar tetap sesuai standar layanan," tekannya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Rizal turut memastikan bahwa seluruh bandara InJourney Airports bakal beroperasi 24 jam guna mengakomodasi penerbangan tambahan maupun potensi keterlambatan.
InJourney Airports memperkirakan total pergerakan penumpang di 37 bandara miliknya diproyeksikan mencapai sekitar 570 ribu orang dengan sekitar 4.000 penerbangan. Dengan dua bandara tersibuk, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, masing-masing diperkirakan melayani 187 ribu dan 71 ribu penumpang pada puncak arus mudik.
(ain)






























