Logo Bloomberg Technoz

Selain faktor eksternal, kenaikan inflasi, kata David turut juga menjadi pertimbangan bagi bank sentral untuk tidak menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. 

"Inflasi juga di Februari naik signifikan di atas batas rentang atas inflasi pemerintah," jelasnya. 

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Februari 2026 tercatat 0,68% secara bulanan atau month-to-month (mtm). Angka ini lebih tinggi dibanding konsensus pasar yang menghasilkan median proyeksi inflasi 0,3%.

Berdasarkan data BPS, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026. Sementara itu, secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), terjadi inflasi sebesar 0,53%.

Konsensus pasar sampai Jumat pekan kemarin menghasilkan angka median 4,75%. Tercatat baru 13 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, dan kesemuanya memproyeksikan BI akan tetap menahan BI Rate di level saat ini, sebesar 4,75%.

Perlu diingat, sepanjang tahun 2025 BI telah melakukan pemangkasan BI-Rate sebesar 125 bps. 

Terbaru, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026, bank sentral RI tersebut memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%.

(lav)

No more pages