Logo Bloomberg Technoz

Sederet Tantangan Pengembangan AI di Indonesia

Merinda Faradianti
13 March 2026 09:10

General Manager and Technology Leader ASEAN IBM Catherine Lian. dok: Merinda Faradianti/Bloomberg Technoz
General Manager and Technology Leader ASEAN IBM Catherine Lian. dok: Merinda Faradianti/Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kekurangan keterampilan menjadi tantangan pertama Indonesia dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia, ungkap General Manager and Technology Leader ASEAN IBM Catherine Lian.

"Tantangan di Indonesia adalah saya melihat bakat, keterampilan adalah sesuatu yang harus kita semua perhatikan," kata dia saat Media Briefing di Kantor IBM Indonesia, dikutip Jumat (13/3/2026).

Guna mengatasi tantangan ini Catherine menyebut kolaborasi antara pemerintah dan swasta bisa menjadi jalan keluar tantangan ini. Pasalnya, jika satu negara tidak memiliki keterampilan yang mumpuni, investasi teknologi tidak akan berkembang.


"Karena jika Anda tidak memiliki talenta dan keterampilan, tidak peduli berapa banyak teknologi yang Anda masukkan ke dalam negara itu tidak akan dapat mencapai apa yang kami cari," tambahnya.

Kemudian, kebijakan pemerintah yang konsisten dalam mendorong adopsi kecerdasan buatan juga menjadi hal krusial karena kebijakan harus mampu mendukung perusahaan dalam mengadopsi AI, juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekonomi.