Logo Bloomberg Technoz

ESDM: Stok BBM RI 30 Hari Berdasarkan Ekosistem, Bukan 23 Hari

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 March 2026 16:45

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian
Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional secara keseluruhan mencapai sekitar 30 hari jika dihitung berdasarkan ekosistem pasokan energi, bukan hanya dari cadangan operasional.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan perhitungan tersebut mempertimbangkan seluruh rantai pasok energi, mulai dari produksi minyak dalam negeri, impor, kapasitas pengolahan kilang, hingga sistem distribusi dan penyimpanan.

“Secara ekosistem untuk ketersediaan BBM itu kurang lebih 30 hari. Dibandingkan dengan kesiapan tahun lalu, kondisi ini juga jauh lebih baik. Bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran, ketersediaan BBM itu jangan diragukan karena pemerintah sudah melakukan antisipasi,” kata Yuliot dalam Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idulfitri 2026, Kamis (12/3/2026).


Yuliot mengungkapkan, perhitungan ketersediaan BBM untuk 30 hari tersebut memperhitungkan beberapa aspek, a.l.; produksi minyak bumi berada di kisaran 610.000 barel per hari, impor BBM jadi yang dilakukan, hingga impor minyak mentah (crude oil) yang kemudian diolah di dalam negeri.

“Dari kilang dalam negeri untuk pengolahan, tadi juga sudah sampaikan kesiapan bahwa ini di Balikpapan dengan beroperasinya RDMP, dan juga ada di Balongan, ada di Cilacap, ada di Dumai. Ya kemudian itu ada di Plaju. Ini seluruhnya diupayakan dalam kondisi bagaimana kesiapan produksi secara maksimal,” klaim dia.