Lebih lanjut, Yuliot mengungkapkan distribusi BBM dari kilang ke terminal penyimpanan hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diklaim dalam kondisi normal.
Yuliot menambahkan, Pertamina bakal memaksimalkan kapasitas penyimpanan di depo BBM guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode mudik.
“Untuk secara keseluruhan tadi, walaupun Ibu Ketua [Satgas Posko Nasional Sektor ESDM Idulfitri 2026] menyampaikan bahwa cadangan kita sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari. Tentu ini merupakan bagian upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan BBM di dalam negeri,” papar Yuliot.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) stok operasional BBM, avtur hingga liquified petroleum gas (LPG) milik PT Pertamina (Persero) per 9 Maret 2026 dalam kondisi terjaga atau di atas standar kecukupan nasional.
Stok Pertalite (RON 90) tercatat sebesar 2.021.505 kiloliter (kl) dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 81.964 kl per hari, sehingga ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) berada di level 25,09 hari, di atas batas minimum 18,2 hari.
Untuk Pertamax (RON 92), stok nasional tercatat 622.846 kl dengan penyaluran 24.004 kl per hari dan ketahanan stok 26,56 hari. Stok Pertamax tersebut ebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari.
Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) memiliki stok 37.959 kl dengan penyaluran 1.596 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 23,26 hari, sedikit di atas batas minimum 22,3 hari.
Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48), stok nasional tercatat 1.360.279 Kl dengan penyaluran harian 86.227 kl, menghasilkan ketahanan stok 16,28 hari. Stok Solar CN 48 hampir setara dengan batas minimum 16,3 hari.
Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.383 kl dengan penyaluran 1.979 kl per hari dan ketahanan stok mencapai 44,43 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.
Untuk avtur, stok nasional tercatat 529.861 kl dengan penyaluran 13.998 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 38,42 hari, melampaui batas minimum 26 hari.
Adapun untuk LPG, stok nasional tercatat 297.330 metrik ton (MT) dengan penyaluran 25.887 MT per hari, menghasilkan ketahanan stok 11,51 hari, sedikit di atas batas minimum 11,4 hari.
Stok minyak tanah atau kerosene sebanyak 29.701 Kl dengan penyaluran 1.521 Kl per hari dan ketahanan stok 19,30 hari.
(azr/wdh)





























