Logo Bloomberg Technoz

ESDM Soal Mitigasi Stok BBM: Salah Langkah, April Bisa Masa Sulit

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 March 2026 09:00

Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pertamina Antisipasi Pasokan BBM Bengkulu dari Tiga Terminal BBM (Dok. Pertamina)
Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pertamina Antisipasi Pasokan BBM Bengkulu dari Tiga Terminal BBM (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan masih memiliki waktu hingga akhir bulan ini untuk menyiapkan mitigasi dampak kenaikan harga dan pengetatan pasokan minyak dunia terhadap cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan jika langkah mitigasi yang disiapkan tersebut tidak maksimal, Indonesia berpotensi menghadapi situasi yang sulit pada April 2026.

“Kita masih ada waktu sampai akhir Maret. Kita masih bisa menghadapi ini, walaupun tadi pagi saya rapat di kantor sudah mulai ada April nih ada sedikit pemikiran yang harus effort, extra effort. Karena kita menyiapkan April itu sekarang, kalau sekarang kondisi yang tidak stabil, tidak bisa kita manfaatkan, maka April ini kita menghadapi masa-masa sulit,” kata Laode dalam diskusi publik Aspebindo, Rabu (11/3/2026).


Laode mengungkapkan sejumlah negara di Asia Tenggara sudah menghadapi masa sulit tersebut sumber minyak sejak Maret, sementara Indonesia diklaim sudah mengamankan seluruh pasokan BBM dan minyak mentah untuk bulan ini.

Dengan begitu, dia mengklaim Kementerian ESDM bakal melakukan usaha ekstra untuk memastikan stok komoditas energi nasional tidak menurun secara drastis dan menimbulkan masalah selepas Idulfitri.