Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan harga minyak global di tengah konflik geopolitik meningkatkan kekhawatiran inflasi dan tekanan fiskal, terutama bagi Indonesia sebagai pengimpor minyak. Jika tekanan global masih berlanjut, terutama dari kenaikan harga energi, penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, pasar keuangan berpotensi volatil. 

Melansir Bloomberg News, menurut Manthan Shingala, analis di Nomura Singapore Ltd., menilai rupiah berpotensi melemah menuju Rp17.200/US$ pada akhir bulan ini. Kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dipandang penting dalam memulihkan kepercayaan investor. 

Sebagai catatan, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah dengan melakukan berbagai intervensi moneter. Hal ini juga terlihat pada kondisi cadangan devisa turun menjadi US$151,9 miliar pada Februari, penurunan bulanan paling tajam sejak April tahun lalu kala rupiah sempat terjun ke Rp16.870/US$.

(dsp/aji)

No more pages