Dalam paparannya, Friderica menjelaskan stabilitas sistem keuangan akan menjadi jangkar utama kebijakan OJK. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi yang lebih erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), termasuk pertukaran data, koordinasi kebijakan, kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis, serta penguatan sistem peringatan dini.
Selain itu, OJK juga akan memperkuat permodalan lembaga jasa keuangan, menyempurnakan manajemen risiko, serta meningkatkan ketahanan teknologi informasi dan keamanan siber.
Di sisi lain, pemulihan kepercayaan publik, terutama di sektor pasar modal, kata Kiki akan dilakukan melalui penguatan integritas, transparansi, serta penegakan hukum yang tegas. Reformasi pasar modal juga akan dipastikan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Friderica menambahkan sektor jasa keuangan juga harus berperan lebih besar dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk pengembangan UMKM, program perumahan, hingga penguatan ketahanan pangan.
Selain itu, OJK akan memperkuat pengawasan industri jasa keuangan digital dengan prinsip same activity, same risk, same regulation, termasuk pengawasan terhadap konglomerasi keuangan, produk hibrida, dan aktivitas lintas sektor.
Ia juga menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan guna memperkuat sumber pembiayaan jangka panjang melalui diversifikasi instrumen, perluasan basis investor, serta penguatan peran lembaga jasa keuangan sebagai investor institusi.
Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK akan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, mempercepat penanganan pengaduan, memperkuat peran LAPS-SJK, serta memperkuat pemberantasan aktivitas keuangan ilegal melalui Indonesia Anti-Scam Center dan rencana pembangunan National Fraud Portal.
Menurutnya, seluruh agenda tersebut membutuhkan penguatan kelembagaan OJK, termasuk modernisasi teknologi pengawasan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan sinergi dengan pemerintah, DPR, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia, memulihkan kepercayaan publik, serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan bagi perekonomian nasional," jelasnya.
(ell)
































