Logo Bloomberg Technoz

Analis: Nasib Rupiah Bertumpu Global, BI Perlu Buka Komunikasi

Redaksi
09 March 2026 15:50

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Faktor global disinyalir menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai informasi pada Senin (9/3/2026) pukul 14:10 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 16.958 di perdagangan  pasar spot, melemah tipis 0,05% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelemahan rupiah ini sangat dipengaruhi oleh tensi geopolitik yang semakin memanas.

“Setiap global tidak certain kan kapital akan lari kemana pun yang lebih aman, negara lain yang lebih aman, entah itu di Eropa, Swiss, atau ke Jepang, yang secara fundamental lebih aman.” kata Ibrahim kepada Bloomberg Technoz, Senin (9/3/2026).


Ibrahim juga bilang beberapa faktor lain juga turut berpengaruh terhadap pelemahan rupiah seperti peringkat yang buruk dari MSCI imbas transparansi dari pasar modal yang dipertanyakan.

“Kemudian peringkat agensi banyak masuk memberikan outlook negatif, walaupun rating-nya tetap, tapi outlook-nya negatif,” kata Ibrahim.