Logo Bloomberg Technoz

Penyebab kejayaan dolar AS adalah harga minyak yang melambung tinggi akibat perang di Timur Tengah. Pada pukul 08:23 WIB, harga minyak jenis brent meroket 18,12% ke US$ 109,5/barel. Ini menjadi yang tertinggi sejak Juni 2023 atau lebih dari 2,5 tahun terakhir.

Saat harga minyak makin mahal, maka harga BBM tentu pada saatnya akan mengalami penyesuaian. Artinya, tekanan inflasi adalah risiko yang sangat nyata.

Ini membuat bank sentral di berbagai negara, termasuk Federal Reserve di AS, akan sulit untuk melonggarkan kebijakan moneter. Harapan akan penurunan suku bunga acuan pada tahun ini kian memudar, dan ini menjadi angin segar bagi dolar AS.

Emas juga merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan menguji support terdekat di US$ 5.048/troy ons. Jika tertembus, maka akan mengkonfirmasi support lanjutan di US$ 5.916-5.002/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.853/troy ons. 

Sementara itu, cermati pivot point di US$ 5.104/troy ons. Dari sini, harga emas berpeluang mengetes resisten US$ 5.107-5.159/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.313/troy ons.

(aji)

No more pages