Logo Bloomberg Technoz

Rudiyanto menjelaskan perubahan perhitungan tersebut dapat mempengaruhi bobot sejumlah saham besar Indonesia di indeks global yang banyak dijadikan acuan oleh dana investasi pasif.

Penyesuaian faktor free float berpotensi membuat bobot saham Indonesia dalam indeks mengalami penurunan.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak serta-merta membuat Indonesia keluar dari kategori emerging market dalam indeks MSCI.

Namun, penyesuaian bobot saham dapat berdampak pada aliran dana investasi global yang mengikuti pergerakan indeks.

Sebelumnya, BEI resmi membuka akses data pemegang saham di atas 1% kepada publik mulai pekan ini.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari empat proposal yang diajukan regulator kepada indeks provider global, MSCI dan FTSE.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pengungkapan ini merupakan salah satu dari empat inisiatif yang diajukan kepada penyedia indeks global, yakni diskresi atas pemegang saham di atas 1%, penyajian tipe investor yang lebih granular, peningkatan ketentuan free float dari 7,5% menjadi 15%, serta penyusunan shareholders concentration list.

“Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).

(art/naw)

No more pages