Dampak Perang di Timur Tengah ke RI: Defisit APBN Bisa Bengkak
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 March 2026 12:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak mentah dunia melonjak di tengah perang AS-Israel dengan Iran, menyusul penutupan Selat Hormuz yang jadi urat nadi pengiriman komoditas tersebut.
Di tengah gejolak geopolitik yang makin intens saat ini, ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sangat bergantung pada faktor eksternal. Salah satu tekanan terbesar datang dari lonjakan harga minyak mentah dunia, yang berpotensi menambah beban anggaran negara.
Melansir data real time Bloomberg, harga minyak dunia naik 6,26% ke US$77,02 per barel pada pukul 11:12 WIB. Tadi pagi, harga minyak sempat melonjak 12,54% di posisi US$81,57 per barel.
Sejumlah analis memproyeksikan harga minyak dunia bahkan bisa mencapai lebih dari US$108/barel, jika eskalasi perang terbuka ini makin memanas.
Lonjakan harga ini tak cuma berhenti di pasar global, tapi juga berdampak langsung terhadap ruang fiskal domestik. APBN 2026 sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar. Sebagai negara importir minyak, setiap kenaikan harga komoditas minyak ini akan membuat biaya pengeluaran belanja pemerintah.






























