Logo Bloomberg Technoz

Dari pasar surat utang, investor masih mengakumulasi aksi beli di sejumlah tenor pendek dan menengah, setelah kemarin banyak dijual. Pergerakan yield di pasar surat utang cukup beragam tenor 2Y hingga 9Y mengalami penurunan yield yang mengindikasikan permintaan yang cukup kuat dari investor. 

Pergerakan yield pada Kamis (5/3/2026) cukup beragam, tenor pendek-menengah turun, sementara tenor panjang naik. (Bloomberg)

Permintaan paling kuat terlihat pada tenor 7Y hingga 10Y. Yield 7Y turun 4,4 bps ke 6,37%, 8Y turun 4,1 bps ke 6,48%, dan 9Y turun 3,1 bps ke 6,57%. Sementara itu, 10Y, yang menjadi patokan utama, turun 2,1 bps ke 6,59%. Berbeda dengan tenor menengah, tenor panjang menunjukkan pergerakan yang cenderung naik. Begitu juga dengan 11Y naik 3,6 bps ke 6,42%.

Pergerakan yield SUN tenor 10 tahun hari ini turun 2,1 bps ke 6,59%. (Bloomberg)

Penurunan yang terlihat intens di segmen pendek dan menengah menunjukkan bahwa investor institusi masih memperhitungkan surat utang pemerintah Indonesia sebagai instrumen yang relatif menarik, baik dari sisi yield maupun likuiditas.

Sementara, investor masih menghindari surat utang bertenor jangka panjang lantaran ketidakpastian kebijakan dalam jangka panjang. Serta adanya kemungkinan perubahan kebijakan moneter lebih longgar terkait suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi. 

(dsp/aji)

No more pages