Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri Yohan Sugiono menegaskan inovasi ini tidak sekadar memenuhi aspek regulasi. Platform tersebut juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi bagi eksportir.
“Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri mendukung eksportir Indonesia tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global. Pada saat bersamaan, juga memperkuat sistem keuangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Yohan, dalam keterangan resminya, Selasa 3 Maret.
Fitur Terintegrasi untuk Kepatuhan dan Likuiditas
DHE Tracker menghadirkan kemudahan dalam proses rekonsiliasi dan pencatatan transaksi. Seluruh informasi tersaji dalam satu dashboard sehingga meminimalkan risiko kesalahan input maupun duplikasi data.
Salah satu keunggulan utama fitur ini adalah kemampuan self flagging. Perusahaan dapat mengategorikan dana berdasarkan jenis transaksi, seperti ekspor minyak dan gas, non minyak dan gas, maupun kategori lain sesuai ketentuan.
Pengelompokan sistematis ini membantu tim keuangan menyusun laporan internal dengan lebih rapi. Selain itu, proses audit dan pemenuhan kewajiban regulasi menjadi lebih tertib dan terdokumentasi.
Sistem juga dilengkapi notifikasi otomatis setiap kali terdapat dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Dengan mekanisme ini, perusahaan tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual secara berkala.
Pendekatan proaktif tersebut membuat pengawasan arus devisa menjadi lebih responsif. Manajemen dapat mengambil keputusan keuangan dengan informasi yang cepat dan akurat.
Selain pemantauan real time, laporan transaksi incoming dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi. Fitur ini memudahkan perusahaan dalam penyimpanan arsip dan persiapan dokumen pelaporan.
Dengan kombinasi transparansi, kemudahan akses, dan sistem pengelompokan transaksi yang sistematis, DHE Tracker diposisikan sebagai mitra strategis eksportir. Solusi ini mendukung efisiensi operasional sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Bank Mandiri menegaskan bahwa inovasi digital ini merupakan bagian dari transformasi layanan wholesale banking. Perseroan berupaya menghadirkan solusi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Kehadiran DHE Tracker semakin memperkuat peran Kopra by Mandiri sebagai enabler transformasi digital sektor wholesale, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Yohan.
Kinerja Kopra by Mandiri hingga akhir Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai transaksi telah melampaui Rp27.000 triliun atau tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.
Dari sisi volume, transaksi menembus 1,5 miliar atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pengguna juga telah melampaui 300.000 korporasi.
Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan digital Bank Mandiri. Platform ini tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga alat manajemen keuangan yang komprehensif.
Melalui DHE Tracker, Bank Mandiri menempatkan diri sebagai mitra strategis eksportir dalam menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan likuiditas. Transformasi digital ini sekaligus mempertegas kontribusi perseroan dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(tim)
































