Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Pasar Tidak Panik dengan Fitch Ratings, IHSG Menguat 1,67%

Muhammad Julian Fadli
05 March 2026 13:05

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I, Kamis (5/3/2026), berhasil melesat di zona hijau dengan kenaikan 1,67% ke level 7.703,79. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen Fitch Ratings yang resmi merevisi outlook atau prospek penerbitan surat utang global jangka panjang Indonesia.

Sepanjang perdagangan Sesi I, IHSG nyaman melaju di zona optimistis dengan rentang perdagangan pada area level 7.681,68 sampai dengan tertingginya 7.765,61.

Data perdagangan menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp10,02 triliun dari sejumlah 19,89 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 1,25 juta kali diperjualbelikan. Tercatat ada penguatan 607 saham, dan 115 terjadi pelemahan. Sisanya 95 stagnan.


Saham–saham konsumen non primer, saham perindustrian dan saham barang baku menjadi pendorong utama penguatan IHSG dengan kenaikan 4,42%, 2,73%, dan 2,59%, disusul oleh menguatnya saham properti yang menguat 1,72%. Sedang, saham keuangan menguat 1,67%.

Sejumlah saham konsumen non primer yang menjadi penopang kenaikan IHSG, saham PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang melesat 14,7%, dan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang menguat 13,6%, dan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang melejit 8,88%.