Logo Bloomberg Technoz

Anton Daryono lahir pada tanggal 24 Juni 1968. Pria kelahiran Semarang tersebut menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada bidang Akuntansi pada 1993, kemudian melanjutkan studi magister di The University of Melbourne dengan konsentrasi Accounting dan lulus pada 2006. 

Anton memulai kariernya di Bank Indonesia pada 1 April 1996 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen sejak 1 April 2024. 

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Grup Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengawas Spesialis pada 2020-2024, Kepala Grup Sistem Pembayaran PUR Layanan dan Administrasi pada 2019–2020, serta Analis Eksekutif di Divisi Pengembangan Pengawasan pada 2018–2019. 

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Anton memiliki total kekayaan sebesar Rp7,52 miliar setelah dikurangi utang. Nilai tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan Rp5,6 miliar, alat transportasi dan mesin Rp755 juta, harta bergerak lainnya Rp1,22 miliar, surat berharga Rp86,5 juta, kas dan setara kas Rp432 juta, serta harta lainnya Rp1 miliar, dengan total utang sebesar Rp1,57 miliar.

Dicky Kartikoyono

Dicky Kartikoyono saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia sejak 2023. 

Pria kelahiran Jakarta pada 19 Desember 1967 ini menempuh pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994, kemudian melanjutkan studi ke George Washington University dan meraih gelar Master di bidang Project Management pada 1999. Dicky telah berkarier di Bank Indonesia sejak 1995 dan menempati berbagai posisi strategis, antara lain Kepala Grup Kebijakan Organisasi dan SDM. Pada 2020 hingga 2022, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London. 

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola pada 2022–2023 sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran. 

Berdasarkan data LHKPN miliknya, total kekayaan Dicky mencapai sekitar Rp8,39 miliar setelah dikurangi utang. Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan Rp6,72 miliar, alat transportasi dan mesin Rp686 juta, harta bergerak lainnya Rp552,5 juta, serta kas dan setara kas sekitar Rp781,5 juta, dengan total utang sebesar Rp347,2 juta.

Iskandar Simorangkir

Tak banyak informasi mengenai Iskandar Simorangkir, namun ia merupakan ekonom senior yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), lembaga yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dan operasional Bank Indonesia. 

Ia dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang ekonomi makro, moneter, serta ekonomi internasional. Iskandar merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan aktif melakukan berbagai riset terkait kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta dinamika perekonomian global. 

Selain di dunia akademik, Iskandar juga kerap terlibat dalam berbagai forum kebijakan ekonomi serta memberikan pandangan terkait isu makroekonomi, kebijakan moneter, dan stabilitas keuangan di Indonesia.

(ell)

No more pages