Logo Bloomberg Technoz

Saat pergerakan emas turun, Bitcoin justru jauh lebih solid sehingga Frank Chaparro dari GSR memandang aliran modal berkesempatan “kembali mengalir ke kripto sementara emas mengambil posisi kedua,” dikutip dari Bloomberg News.

“Emas naik dua kali lipat, selagi Bitcoin turun setengah, dan di tengah ketegangan geopolitik, sanksi, perang, pencetakan uang, dan defisit anggaran yang melebar, Bitcoin terasa seperti sudah ditinggalkan mati dibandingkan dengan aset lain. Posisi seperti itu bisa berbalik dengan cepat ketika sentimen berubah.” 

Laporan Tagus Capital menerangkan bahwa hari ini Bitcoin menunjukkan karakteristik defensif di tengah krisis peperangan dunia, “tetapi harga emas yang turun mengindikasikan bahwa bahkan aset safe-haven klasik pun tidak kebal terhadap dinamika pasar, sehingga Bitcoin menjadi alternatif yang lebih fleksibel namun tetap berisiko tinggi,” sebagaimana dilaporkan CoinDesk.

Bitcoin kini menempati  “ruang kosong” dengan data menunjukkan pasokan yang sangat tipis antara US$72.000 hingga US$80.000, di mana relatif sedikit koin yang terakhir kali diperdagangkan, menurut data dari Glassnode. Hanya sekitar 1% dari pasokan Bitcoin yang beredar berada dalam rentang tersebut. Dan, dengan sedikit jumlah pemegang Bitcoin mengambil posisi maka secara teknikal ada peluang pasar menghadapi resistensi terbatas apabila harga mulai bergerak melalui zona tersebut.

Altcoin bergerak relatif menghijau, seperti Ether (ETH) naik 7,6% dibandingkan posisi Rabu ke level US$2.125, XRP (XRP) naik 4,5% ke level US$1,42. Kemudian Solana (SOL) naik 3,9% ke US$90,36.

(wep)

No more pages