Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan ini terjadi usai harga emas sempat jatuh. Pada 3 Maret lalu. harga ambruk 4,39% ke posisi terendah sejak 19 Februari.

Sepertinya koreksi tersebut membuat emas kembali atraktif. Harga yang sudah ‘murah’ membuat pelaku pasar tergiur sehingga melakukan aksi borong.

Sentimen yang juga sedikit banyak membantu harga emas adalah perkembangan di Amerika Serikat (AS). Institute of Supply Management (ISM) melaporkan, aktivitas sektor jasa Negeri Paman Sam yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Februari berada di 56,1.

PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas yang sedang ekspansif. Ini merupakan ekspansi sektor jasa tertinggi sejak Agustus 2022.

Data ini melegakan karena setidaknya sampai saat ini belum ada tekanan inflasi yang berarti akibat kenaikan harga minyak. Sebagai informasi, harga si emas hitam melesat sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.

Belum adanya sinyal inflasi bakal meninggi membuat pasar berharap bank sentral Federal Reserve bisa menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga acuan. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) sehingga akan lebih menguntungkan saat suku bunga tidak naik.

(aji)

No more pages