Sentimen yang juga sedikit banyak membantu harga emas adalah perkembangan di Amerika Serikat (AS). Institute of Supply Management (ISM) melaporkan, aktivitas sektor jasa Negeri Paman Sam yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Februari berada di 56,1.
PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas yang sedang ekspansif. Ini merupakan ekspansi sektor jasa tertinggi sejak Agustus 2022.
Data ini melegakan karena setidaknya sampai saat ini belum ada tekanan inflasi yang berarti akibat kenaikan harga minyak. Sebagai informasi, harga si emas hitam melesat sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.
Belum adanya sinyal inflasi bakal meninggi membuat pasar berharap bank sentral Federal Reserve bisa menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga acuan. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) sehingga akan lebih menguntungkan saat suku bunga tidak naik.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 40. Berada di area jual (short) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 5.188/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 5.207/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.314/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun, maka US$ 5.159/troy ons akan menjadi pivot point. Dari sini, harga akan menguji level US$ 5.156-5.113/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 5.013/troy ons.
(aji)


























