Logo Bloomberg Technoz

“Tetapi kalau untuk nonsubsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya. Kan itu kan sudah terjadi, bukan baru sekarang kan,” tegasnya.

“Kalau yang subsidi, selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah, maka harganya tetap sama. Termasuk dengan subsidi solar,” ujar Bahlil.

Potensi Naik

Sejumlah analis memperkirakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan kembali mengalami kenaikan per 1 April 2026, sebagai efek domino dari serangan AS-Israel terhadap Iran dan terganggunya Selat Hormuz.

Analis komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menilai BBM nonsubsidi akan kembali naik bulan depan setelah mengalami kenaikan bulan ini, usai terus turun selama dua bulan pertama 2026. Walakin, kondisi tersebut sepenuhnya tergantung pemerintah.

“[Harga] BBM nonsubsudi idealnya naik, tetapi tergantung pemerintah. Biasanya kan tiap pergantian bulan [ada perubahan harga], tetapi saya kira idealnya mungkin 1 April [akan naik lagi],” kata Lukman saat dihubungi, Senin.

Sekadar catatan, harga Pertalite terakhir kali naik pada 3 September 2022. Saat itu, Pertalite naik menjadi Rp10.000/liter dari sebelumnya hanya Rp7.650/liter.

Kala itu, harga minyak dunia menembus di atas US$110/barel akibat seteru Rusia-Ukraina yang memengaruhi sektor energi global.

Adapun, harga BBM di SPBU Pertamina dan SPBU Swasta mengalami kenaikan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM terbaru.

Penyesuaian harga tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Keputusan Menteri ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Untuk produk nonsubsidi, harga Dexlite tercatat Rp14.200 per liter, meningkat dibandingkan Februari 2026 yang berada di level Rp13.250 per liter.

Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp12.300 per liter, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar Rp11.800 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter pada Februari 2026. Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan Rp13.100 per liter per 1 Maret 2026, bertambah dari Rp12.700 per liter pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Pertamax Green (RON 95) berada di harga Rp12.900 per liter, meningkat dibanding Februari 2026 yang sebesar Rp12.450 per liter. 

Untuk BBM bersubsidi, harga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi atau Biosolar (Diesel CN48) bertahan di Rp6.800 per liter.

(azr/wdh)

No more pages