Saham Sea telah anjlok lebih dari 40% dari level tertinggi September saat investor mengevaluasi prospeknya di pasar yang sangat kompetitif. Pada November, Sea mengumumkan program buyback saham pertamanya senilai hingga US$1 miliar. Aksi ini bertujuan untuk memberi penghargaan kepada investor dan memanfaatkan penurunan harga saham.
Li telah fokus pada penguatan divisi logistik Sea, menarik konsumen dengan layanan pengiriman murah seiring semakin banyaknya konsumen yang beralih ke aplikasi belanja untuk berbagai kebutuhan, mulai dari iPhone hingga bahan makanan sehari-hari. Penjualan kuartal keempat naik 38% menjadi $6,9 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar US$6,5 miliar.
Total nilai transaksi secara bruto (GMV) Shopee sejatinya meningkat 29% pada 2025 menjadi US$127,4 miliar, melebihi perkiraan 25% yang sebelumnya diproyeksikan. Untuk 2026, Sea memperkirakan GMV akan naik sekitar 25%, atau setara dengan sekitar US$159 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar US$148 miliar.
Sea, yang bermarkas di Singapura, memperkirakan bahwa laba bersih Shopee pada 2026 tidak akan lebih rendah dari 2025. Hal ini “menunjukkan kompresi margin” dan “akan mendorong revisi turun terhadap konsensus 2026 dan perkiraan kami,” kata analis Bloomberg Intelligence Lea El-Hage dan Nathan Naidu dalam sebuah laporan.
Di luar pasar domestiknya, persaingan semakin ketat di Brasil dan bagian lain Amerika Latin, di mana Sea bersaing dengan TikTok, Shein, dan Temu dalam perebutan pangsa pasar.
“Arahan Sea bahwa Ebitda disesuaikan Shopee pada 2026 tidak akan lebih rendah dari 2025 mengimplikasikan kompresi margin jika nilai barang bruto tumbuh 25% sesuai target, dan akan mendorong revisi ke bawah terhadap konsensus 2026 dan perkiraan kami,” jelas analis Bloomberg Intelligence, Lea El-Hage dan Nathan Naidu.
“Ebitda yang stabil menunjukkan reinvestasi sengaja dari monetisasi tambahan untuk memperkuat keunggulan kompetitifnya daripada tekanan laba struktural. Potensi kenaikan dari panduan ini mungkin terjadi jika intensitas persaingan mereda, tingkat pengambilan iklan meningkat lebih cepat, atau efisiensi logistik membaik.”
Li ikutan bertaruh pada teknologi AI untuk efisiensi dan pertumbuhan lebih lanjut. Sea telah meningkatkan investasi dalam teknologi ini, mengintegrasikan AI ke seluruh operasinya termasuk layanan pelanggan dan gaming. Bulan lalu, Sea mengumumkan akan bekerja sama dengan Google milik Alphabet Inc. untuk mengintegrasikan AI ke seluruh operasinya — termasuk mengembangkan agen belanja AI — guna tetap unggul dari pesaing.
Selain itu, Sea telah memperluas ke bidang terkait seperti keuangan digital untuk meyakinkan investor tentang potensi pertumbuhannya. Divisi keuangan perusahaan — kini dikenal sebagai Monee — secara bertahap mulai mendapatkan momentum.
(bbn)






























