Sementara itu, saham ICBP ikut susut 0,65% ke level Rp7.650 per saham pada awal perdagangan hari ini. Belakangan, saham ICBP bergerak ke level harga pembukaan di angka Rp7.700 per saham.
ICBP mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp11,02 miliar yang melibatkan 1,42 juta saham.
Adapun, IHSG melorot 2,33% menyentuh posisi 7.754 pada awal perdagangan hari ini.
IHSG dibuka melemah di posisi 7.896, seiring bergulirnya perdagangan posisinya terus jatuh dengan terendah 7.736 imbas dibayangi depresiasi rupiah yang mendekati Rp17.000/US$ hingga melemahnya saham–saham big caps jadi sentimen.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia memperlihatkan nilai perdagangan mencapai Rp4,86 triliun dari sejumlah 9,19 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan.
Tercatat ada sebanyak 520 saham melemah, dan 113 saham menguat. Sedangkan terdapat sejumlah 85 saham yang stagnan.
Saham–saham barang baku, saham konsumen non primer, dan saham transportasi menjadi pemberat IHSG dengan masing–masing melemah mencapai 4,68%, 3,82%, dan 2,75%.
THR PNS
Sebelumnya, pemerintah menggelontorkan anggaran negara Rp55 triliun untuk Tunjangan Hari Raya Aparatur Sipil Negara atau THR ASN pada periode Idulfitri 2026.
Angka ini meningkat 10% dibanding besaran anggaran THR tahun sebelumnya, yakni Rp49 triliun.
"Pembayaran THR sudah dimulai bertahap sejak 26 Februari 2026 atau pekan pertama Ramadan yang diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, dan para pensiunan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers THR, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Airlangga menjelaskan THR ASN 2026 akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN Pemerintah Pusat, termasuk TNI/Polri dengan total anggaran Rp22,2 trilun.
Selain itu, sebanyak 4,3 juta ASN Pemerintah Daerah dengan total anggaran Rp20,2 triliun. Kemudian, sebanyak 3,8 juta pensiunan dengan anggaran Rp12,7 triliun.
"Komponen yang dibayarkan 100% penuh gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja sesuai regulasi yang berlaku," ujar Airlangga
(naw)





























