Logo Bloomberg Technoz

Adapun impor nonmigas dari Australia sebesar US$1,07 miliar yang didominasi logam mulia dan perhiasan (HS71) senilai US$507,59 juta dengan share 47,54% dan melonjak 634,30% yoy.

“Impor non-migas dari Australia tertatat sebesar US$1,07 miliar. Terutama didominasi impor logam mulia dan perhiasan yaitu HS71. Ternyata perhiasan atau logam mulia banyak diimpor dari Australia dengan sharenya yaitu 47,54%.” tambah Ateng.

Ateng menyebut bahwa impor logam mulia dan perhiasan tersebut tumbuh 634,3% apabila dibandingkan dengan Januari tahun lalu.

Selain perhiasan, impor serealia dari negeri Kanguru mencatatkan kontribusi impor sebesar US$157,75 juta dengan share 14,77% dan tumbuh 97,14% yoy, sedangkan bahan bakar mineral sebesar US$77,92 juta dengan share 7,30% dan tumbuh 18,62% yoy.

Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang mencapai US$0,95 miliar. Mesin dan peralatan mekanik (HS84) menjadi komoditas impor utama negara matahari terbit tersebut dengan nilai US$195,65 juta dan share 20,68%, turun 21,20% yoy.

Besi dan baja (HS72) tercatat US$124,76 juta dengan share 13,19% dan terkontraksi 16,83% yoy. Kendaraan dan bagiannya (HS87) sebesar US$120,36 juta dengan share 12,72% dan turun 26,94% yoy.

(ell)

No more pages