Fereydoun Abbasi-Davani. Ia adalah pimpinan lembaga tertinggi Iran bidang energi Atom. Fereydoun Abbasi-Davani atau Prof. Abbasi diketahui memimpin Iran's Atomic Energy Organisation sejak 2011 hingga 2023. Prof. Abbasi juga diketahui adalah anggota parlemen selama periode 2020-2024, seperti dilaporkan The Straits Times.
Mohammad Mehdi Tehranchi. Ia merupakan pemimpin tertinggi di Universitas Islam Azad yang berlokasi di Tehran. Dr. Tehranchi memiliki keahlian nuklir. Reuters pernah melaporkan juga empat ilmuwan lain yang tewas dalam sebuah serangan 13 Juni tahun lalu adalah; Abdolhamid Manouchehr, Ahmad Reza Zolfaghari, Amirhossein Feghi, dan Motalibizadeh.
Ketegangan Timur Tengah dan Dukungan Trump ke Israel
Meletusnya perang tak lepas dari dukungan Presiden Donald Trump, bahkan ia secara lantang berdalih penyerangan ke wilayah Iran sebagai bentuk keamanan. Penyerangan masih akan berlanjut hingga lima pekan ke depan, janji Trump saat diwawancarai The New York Times, dikutip Senin.
Bom yang ditargetkan pada kediaman Ayatollah Ali Khamenei jadi tugas dari “militer terkuat yang pernah ada di dunia,” seperti dilaporkan Bloomberg News. Trump menyebut Iran adalah musuh lama AS dan bernafsu untuk disingkirkan.
“Berbagai ancaman yang tidak dapat ditoleransi ini tidak akan berlanjut lagi. Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi Iran untuk menyerahkan senjata kalian dan menerima imunitas penuh, atau menghadapi kematian yang pasti,” cerita dia.
Komando Pusat Militer AS mengonformasi adanya sejumlah pasukannya yang tewas, juga terdapat tentara yang luka parah dalam aksi serangannya di wilayah Iran. Sementara Trump dalam janjinya sempat menyinggung mengurangi risiko tentara AS dalam keadaan bahaya di kawasan Timur Tengah, namun kini menyatakan bahwa insiden terbaru di akhir pekan adalah wujud dari “misi kebenaran.” Lantas “Mungkin akan ada lebih banyak lagi sebelum ini berakhir. Itulah kenyataannya.”
(red)




























