Logo Bloomberg Technoz

AS Ancam Sanksi Bank yang Bantu China Beli Minyak Iran

News
29 April 2026 13:30

Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Magdalena Del Valle - Bloomberg News

Bloomberg, AS telah memperingatkan bank-bank bahwa mereka berisiko terkena sanksi sekunder jika mendukung perusahaan penyulingan swasta China yang membeli minyak Iran. Hal ini meningkatkan tekanan pada Teheran meski berarti semakin membuat Beijing kesal, hanya beberapa minggu sebelum pertemuan para pemimpin.

Washington terus meningkatkan upayanya untuk memutus pasokan minyak Iran, sumber keuangan vital. Akhir pekan lalu, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, salah satu perusahaan penyulingan minyak swasta terbesar di China—menargetkan pemain besar dan berpengaruh dalam industri pengolahan minyak mentah yang luas di negara tersebut.


Pada Selasa, Departemen Keuangan AS mempertegas pesan tersebut dengan memperingatkan bahwa semua bank yang mendukung perdagangan dengan Iran juga akan berisiko.

“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa departemen ini memanfaatkan seluruh alat dan wewenang yang ada dan siap menerapkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” kata Departemen Keuangan dalam pernyataannya.