"Mungkin akan ada lagi korban sebelum ini berakhir. Itu kenyataannya." ujar Trump.
"Operasi tempur akan berlanjut dengan kekuatan penuh dan akan terus berlangsung hingga seluruh tujuan kita tercapai," tambah Trump, tanpa merinci tujuan yang dimaksud.
Trump meminta militer dan polisi Iran menyerah "untuk mendapat pengampunan penuh atau menghadapi kematian."
Trump mengatakan siap berunding dengan pemimpin baru Iran, tulis harian The Atlantic, mengutip percakapan dengan presiden.
Dalam wawancara dengan harian New York Times pada Minggu, Trump mengatakan serangan ke Iran bisa berlangsung "empat atau lima minggu" sembari meminta pera jenderal Iran untuk menyerahkan kekuasan kepada rakyat negara itu atau menerapkan situasi seperti di Venezuela di mana pemimpin barunya memenuhi permintaan AS setelah presiden Nicolas Maduro dijatuhkan.
"Menurut saya yang kita lakukan di Venezuela adalah skenario sempurna," kata Trump ke New York Times. Dia menambhakan ada "tiga pilihan bagus" untuk memimpin Iran tanpa merincinya.
Kepada ABC News, Trump mengatakan serangan awal itu "sangat sukses karena berhasil menewaskan sebagian besar kandidat," dan menambahkan "bukan calon yang sudah kami pilih karena mereka semua sudah meninggal."
Harian Wall Street Journal menulis bahwa kepala keamanan Iran Ali Larijani telah melakukan upaya baru untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan Washington melalui penengah asal Oman.
Larijadi, ketua Dewan Keamaan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara akan bertemu pada Minggu (1/3) untuk menentukan pengganti Khamenei.
(bbn)




























