Trump sendiri telah memberi sinyal bahwa pemerintahannya mungkin akan menentang pengembalian dana tersebut, atau setidaknya tidak akan mempermudah prosesnya bagi para importir. Perlu dicatat, para importir ini telah membayar lebih dari US$170 miliar tarif dalam 10 bulan terakhir.
“Saya rasa ini harus diselesaikan lewat pengadilan,” ujar Trump menanggapi putusan tanggal 20 Februari lalu, sembari berspekulasi bahwa proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Analisis Bloomberg News menunjukkan bahwa tambahan kasus terbaru ini telah mendorong total gugatan tarif melewati angka 2.000 kasus. Ini merupakan beban kerja yang luar biasa besar bagi pengadilan perdagangan, padahal angka tersebut baru mewakili sebagian kecil dari ratusan ribu importir yang terdampak.
Dalam pernyataan resminya, FedEx menegaskan telah "mengambil langkah hukum untuk melindungi haknya sebagai importir" menyusul putusan MA. “Jika pengembalian dana diberikan kepada FedEx, kami akan meneruskannya kepada pengirim dan konsumen yang awalnya menanggung biaya tersebut,” tulis pihak FedEx.
Perwakilan perusahaan lain menolak berkomentar atau tidak merespons permintaan tanggapan. Juru bicara Departemen Kehakiman dan Gedung Putih juga tidak memberikan respons atas permintaan komentar.
Sebagian besar perusahaan yang menggugat merupakan usaha kecil. Sementara banyak perusahaan publik besar mampu mengalihkan rantai pasok, bernegosiasi dengan pemasok dan pabrik, atau menyerap dampak tarif, perusahaan kecil tidak selalu memiliki fleksibilitas atau daya tawar yang sama.
Namun, masuknya perusahaan besar trebuka seperti FedEx menciptakan momentum tambahan bagi perusahaan lain untuk ikut menggugat.
Ketika eksekutif di perusahaan kecil melihat gugatan dari perusahaan besar yang memiliki pengacara internal dan koneksi di Washington, mereka berpikir “mungkin mereka tahu sesuatu yang tidak saya ketahui,” kata Jason Kenner, pengacara perdagangan yang mewakili penggugat dalam perkara pengembalian dana.
Ada pula faktor keamanan politik dalam jumlah besar, ujar David Craven, pengacara perdagangan yang juga menangani kasus pengembalian dana. Ketika perusahaan besar seperti FedEx dan Costco terlibat, hal itu mengurangi “ketakutan akan pembalasan” dari Gedung Putih, kata Craven.
Meski demikian, sejumlah perusahaan mungkin menunggu hingga tahap berikutnya dalam proses hukum menjadi jelas sebelum menggugat. Apa pun itu, tak ada yang memperkirakan penyelesaian cepat. “Ini bukan uang yang bisa Anda andalkan dalam jangka pendek,” kata Nate Herman, wakil presiden eksekutif American Apparel & Footwear Association, kelompok lobi industri.
Langkah Selanjutnya
Pengadilan perdagangan secara otomatis menangguhkan perkara tarif hingga proses di MA selesai. Biasanya diperlukan waktu lebih dari sebulan bagi MA untuk secara resmi menutup suatu perkara, namun perusahaan telah mendesak pengadilan tingkat bawah untuk membuka kembali proses agar mereka bisa segera menuntut pengembalian dana.
Para pengacara dalam perkara ini menyoroti pernyataan sebelumnya dari Departemen Kehakiman yang menjamin setidaknya sebagian importir akan dibayar kembali—beserta bunga—jika mereka menang, serta kesediaan pemerintah memberikan konsesi terkait kewenangan pengadilan perdagangan untuk memerintahkan pengembalian dana.
Pengadilan perdagangan memiliki pengalaman mengawasi proses pengembalian dana massal, meski belum pernah dalam skala sebesar ini. Setelah MA membatalkan pajak pemeliharaan pelabuhan atas ekspor pada 1998, pengadilan tersebut menangani beberapa ribu klaim pembayaran kembali.
Perselisihan pengembalian dana antara importir dan pemerintah berpotensi memicu sengketa hukum lain, seperti konflik antara importir dan peritel atau perusahaan lain yang sebelumnya sepakat berbagi biaya tarif.
Seorang pria di New York pekan ini mengajukan gugatan class action terhadap raksasa kacamata EssilorLuxottica SA untuk menuntut kembali dana tambahan yang menurutnya ia bayarkan untuk kacamata hitam Ray-Ban akibat kenaikan harga terkait tarif. EssilorLuxottica, yang juga memiliki gugatan pengembalian dana yang masih berjalan, belum segera menanggapi permintaan komentar.
Konsumen tidak dapat meminta pengembalian dana langsung dari otoritas bea cukai, meskipun perusahaan telah membebankan biaya tarif melalui kenaikan harga. Sejumlah anggota parlemen Demokrat terkemuka mendesak pemerintah agar langsung mengirimkan cek pengembalian dana kepada rumah tangga di Amerika Serikat.
(bbn)





























