Sebagai tindak lanjut, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium. Nur juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kronologi kejadian tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila diperlukan langkah pengamanan lebih lanjut.
Nur juga menegaskan bahwa seluruh proses produksi pada hari tersebut telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Dari laporan yang dia dapatkan bahwa bahan baku diterima pada 24 Februari 2026 pukul 07.00 WIB dan langsung diperiksa kualitasnya oleh ahli gizi sebelum disimpan dalam mesin pendingin.
Proses persiapan dimulai pukul 12.30 WIB dengan menerapkan prosedur enam langkah cuci tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta pencucian bahan menggunakan air mengalir.
Ayam direbus pada pukul 13.30 WIB untuk diolah menjadi ayam suwir, nasi dimasak pada pukul 16.00 WIB, dan pencetakan onigiri dilakukan pukul 20.30 WIB oleh relawan yang dinyatakan dalam kondisi sehat.
Distribusi makanan dilaksanakan pukul 06.50 WIB dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh tahapan produksi disebut berada dalam pengawasan Kepala SPPG bersama staf terkait.
“Saat ini, investigasi penyebab penurunan kualitas makanan masih dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Kesling,” pungkasnya.
(dec)


























