"Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," ungkap Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam keteranganya.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan pertumbuhan kredit sebesar 9,30% yoy menjadi Rp341,45 triliun. Meski tetap tumbuh positif, laju ekspansi BTN jadi yang rendah dibandingkan dua bank Himbara sebelumnya yakni BNI dan Mandiri.
Kinerja tersebut turut mendongkrak aset BTN tumbuh 12,26% yoy menjadi Rp448,34 triliun per Januari 2026.
Selain itu, berdasarkan laporan keuangan bulanan BTN per Januari 2026 tercatat laba bersih perseroan melesat ke posisi Rp230 miliar atau naik dari Rp34 miliar pada Januari 2025. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan laba bersih ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 17,08% yoy.
Selain itu, BTN juga sukses menekan beban bunga sehingga turun 14,53% yoy. Dengan strategi tersebut, BTN kini mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 79,46% yoy.
"Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan," tegas Dirut BTN Nixon LP Napitupulu sebagaimana mengutip dalam keterangan resminya.
Sehingga secara perbandingan, urutan pertumbuhan kredit tertinggi di antara ketiganya adalah BNI (19,26%), disusul Bank Mandiri (15,62%), dan BTN (9,30%).
(lav)
































