Logo Bloomberg Technoz

Tingginya minat investor tersebut memungkinkan pemerintah menetapkan premi risiko yang lebih rendah dari indikasi awal untuk tenor 12 tahun dalam penawaran euro tiga tahap.

Obligasi bermata uang euro yang dikeluarkan lewat tiga seri berikut RIEUR0334 menawarkan yield rata-rata 4,10%, RIEUR0338 di 4,46%, dan RIEUR0346 pada 4,97%.

Instrumen dalam denominasi yuan offshore juga mengalami pengetatan spread kredit serupa, indikasi bahwa investor masih menilai profil risiko Indonesia relatif terjaga meskipun defisit anggaran kembali muncul pada Januari akibat percepatan belanja negara untuk menopang pertumbuhan. 

Struktur yield yang meningkat seiring tenor mencerminkan kurva imbal hasil yang tetap normal, sekaligus menunjukkan bahwa investor masih bersedia mengunci dana pada tenor lebih panjang di tengah ketidakpastian fiskal domestik.

Tenor panjang masih dapat diserap pada yield di bawah 5% juga menjadi sinyal bahwa pasar belum menuntut kompensasi risiko secara agresif, meskipun langkah Moody’s menurunkan outlook kredit sempat memicu aksi jual pada aset domestik. 

Agaknya perang tarif Amerika Serikat dan kebijakan ekonomi global yang tidak menentu turut melemahkan daya tarik aset berbasis dolar AS, dan membuka ruang bagi mata uang alternatif untuk memainkan peran lebih besar dalam pembiayaan global. Beijing sendiri secara aktif mendorong penerbitan obligasi offshore sebagai bagian dari ambisi jangka panjang menjadikan yuan sebagai mata uang global utama.

Dengan memanfaatkan momentum tersebut, Indonesia tidak hanya mengamankan pembiayaan dengan biaya yang relatif kompetitif, tetapi juga melakukan diversifikasi risiko mata uang di tengah volatilitas pasar global.

Keberhasilan penerbitan obligasi global dan lelang INDON EUR terbaru mempertegas bahwa kepercayaan investor sepertinya tidak semata ditentukan oleh perubahan outlook lembaga pemeringkat. 

Di tengah lanskap risiko yang semakin kompleks, akses Indonesia ke pasar utang global tampaknya masih terbuka, paling tidak untuk kuartal pertama tahun ini. 

(dsp/aji)

No more pages