Melansir data CoinMarketcap, aset kripto lajunya kompak ada zona hijau dalam 24 jam perdagangan terbaru. Adapun kenaikan tertinggi terjadi pada Ethereum (ETH) dengan penguatan 6,91% pada harga US$2.051.
Adapun Bitcoin terus melanjutkan tren positif di zona hijau dalam 24 jam perdagangan, siang hari ini laju Bitcoin berada di US$68.557 atau menguat 4,44%, usai menyentuh level tertingginya US$68.945 sesaat setelah inflow deras masuk.
Pada posisi selanjutnya, ada Solana (SOL) yang mencatatkan penguatan dalam 24 jam perdagangan. Kenaikan SOL mencapai 6,81% menuju harga US$88,09. Menyusul tren yang sama, Altcoin lainnya kompak ada di zona hijau dalam sepekan.
BNB dengan angka penguatan mencapai 4,91% menjadi US$627,57. XRP dan Cronos (CRO) juga kompak di zona hijau dalam 24 jam perdagangan. Dengan keduanya mencatatkan kenaikan mencapai 4,41% dan 4,08%.
“Kenaikan ini bisa jadi mencerminkan perilaku pembelian saat harga turun pasca aksi jual besar–besaran dan berkepanjangan,” papar Caroline Mauron, Co–Founder Orbit Markets, menambahkan bila Bitcoin mencapai US$70.000 akan mengubah narasi.
Namun memang, atmosfer industri tetap berhati–hati. Pada 5 Februari, Bitcoin ambles mencapai 13%, penurunan terbesar dalam hampir empat tahun.
Investor sebaiknya tidak terlalu menginterpretasikan kenaikan terbaru ini “setelah penurunan yang begitu besar,” kata Jake Ostrovskis, Kepala Perdagangan OTC di Wintermute. Sambil menambahkan, harga Bitcoin kembali di atas US$75.000 sebagai sesuatu yang “sulit untuk melihat banyak orang yang menganggapnya serius.”
Di pasar derivatif, sikap kehati–hatian juga terlihat jelas. Data Deribit memperlihatkan jelas konsentrasi volume opsi put hampir US$230 juta pada strike price US$58.000, yang mengindikasikan investor tengah mempersiapkan kemungkinan penurunan lanjutan, sebagaimana dicatat oleh Bloomberg.
Analis Ajaib Kripto Panji Yudha memaparkan, “pasar kripto mengalami pemulihan signifikan setelah Bitcoin berhasil mengakhiri tren penurunan tiga hari berturut–turut dan kembali mendekati level psikologis US$70.000.”
Penguatan ini juga dipicu oleh pulihnya minat risiko investor yang sejalan dengan kenaikan pada Bursa Saham AS menjelang rilis laporan pendapatan Nvidia.
Adapun, Panji menyebut, sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang membela catatan kinerja ekonominya, sehingga menstabilkan pasar saham AS. Sebelumnya, harga aset kripto sempat anjlok akibat turbulensi kebijakan tarif global 15%.
Namun absennya komentar negatif Trump terhadap aset digital dalam pidato terakhirnya memberikan ruang bagi pasar untuk melakukan rebound.
Analisis Teknikal
Mencermati laju harga Bitcoin, secara teknikal, usai Bitcoin berhasil breakout dari level US$70.000 yang saat ini merupakan area resistance paling potensial. BTC mempunyai target selanjunya pada level US$72.000 hingga mencapai US$75.000.
Jika mampu bertahan di atas US$75.000 tersebut, Bitcoin berpotensi akan melanjutkan reli menuju ke US$80.000.
Sebaliknya, bila gagal dan kembali ditekan arus keluar yang deras, Bitcoin mencermati support terdekat US$65.000 hingga US$63.000. Sebelum jatuh lebih dalam mencapai US$58.000.
Ada Potensi Rebound, Investor Jangan FOMO
Namun demikian, analis mengingatkan dari sudut pandang lain, aksi ambil untung (profit–taking) oleh investor ritel dalam siklus saat ini sangatlah mungkin terjadi.
Apabila fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) semakin menguat dan terbentuk konsensus kuat bahwa “siklus bearish telah usai”, maka reli Bitcoin berisiko tertahan, mengingat rekam jejak trader ritel yang kerap keliru dalam menentukan momentum titik balik utama pasar Kripto.
Dalam paparan terpisah Panji juga menyarankan agar menghindari sifat FOMO, sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu, biarpun Bitcoin sedang menguat menuju tren reboundnya.
Saat ini, investor aset kripto juga dapat terus memantau berita dan tren pasar, memperhatikan laju Bitcoin untuk mendapatkan pandangan tentang potensi harga sebagai sebuah instrumen investasi, serta sikap siaga juga penting dalam mengelola risiko dalam pasar aset kripto yang volatil.
Terlebih lagi, investor harus memahami fundamental Aset Kripto yang nantinya dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik.
(fad/aji)
































