Logo Bloomberg Technoz

Telkom Dorong Restorasi Mangrove dan Edukasi Lingkungan


(Dok. Telkom)
(Dok. Telkom)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penurunan luas tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir menjadi sorotan serius. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional pada 2025 menunjukkan degradasi signifikan yang berdampak pada meningkatnya risiko abrasi dan melemahnya fungsi ekologis kawasan pesisir.

Merespons kondisi tersebut, PT Telkom Indonesia Persero Tbk mengambil langkah konkret melalui program AYO BERAKSI. Perusahaan menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center sebagai bagian dari kontribusi terhadap pemulihan lingkungan.

Kegiatan ini melibatkan 13 relawan karyawan terpilih. Partisipasi tersebut menjadi wujud keterlibatan langsung insan Telkom dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir yang terdampak degradasi.

Program AYO BERAKSI sendiri merupakan kompetisi volunteer internal perusahaan. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong karyawan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan secara inovatif dan terukur.

Melalui proses seleksi bertahap, lima tim terbaik terpilih untuk mengikuti kegiatan konservasi di Semarang. Tim tersebut adalah AiDareU, INOVAKSI, Green Drop, MAKE Impact, dan BATUMBUAH.

Kolaborasi dan Edukasi untuk Keberlanjutan

(Dok. Telkom)

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Keterlibatan karyawan dipandang sebagai fondasi penting dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Hery.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa agenda keberlanjutan menjadi bagian integral dari strategi korporasi. Telkom memandang isu lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan data BRIN, degradasi mangrove berpotensi melemahkan fungsi kawasan sebagai pelindung alami garis pantai. Mangrove juga memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon biru yang signifikan dalam mitigasi perubahan iklim.

Hilangnya tutupan mangrove tidak hanya meningkatkan risiko abrasi, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati pesisir. Oleh karena itu, upaya restorasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berjalan efektif dan berkesinambungan.

Selama tiga hari pelaksanaan program, relawan Telkom melakukan penanaman bibit mangrove di area terdampak. Penanaman dilakukan sebagai langkah rehabilitasi langsung untuk memperkuat struktur alami pesisir.

Kegiatan tidak berhenti pada aksi tanam saja. Para relawan juga memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir sejak dini.

Edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran generasi muda terhadap peran mangrove. Anak-anak dikenalkan pada fungsi ekologis mangrove sebagai benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim.

Selain itu, relawan mengikuti pelatihan membatik menggunakan pewarna alami berbasis mangrove. Inisiatif ini mendukung pengurangan limbah sekaligus mendorong praktik ekonomi kreatif ramah lingkungan di sekitar Semarang Mangrove Center.

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan terintegrasi antara konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Telkom berupaya memastikan dampak program tidak hanya bersifat jangka pendek.

(Dok. Telkom)

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Inisiatif tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global.

Secara khusus, kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals tujuan ke 13 tentang penanganan perubahan iklim. Selain itu, program juga sejalan dengan tujuan ke 14 mengenai perlindungan ekosistem laut.

Melalui aksi ini, Telkom menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir nasional. Perusahaan melihat pentingnya membangun ketahanan lingkungan sebagai investasi bagi masa depan.

Keterlibatan karyawan dalam AYO BERAKSI juga memperkuat budaya perusahaan yang peduli terhadap isu sosial. Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan.

Ke depan, Telkom berencana terus memperluas kolaborasi dalam gerakan filantropi lingkungan. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan pesisir yang terdampak degradasi.

Dengan dukungan riset dan kolaborasi berbagai pihak, rehabilitasi mangrove diharapkan berjalan lebih terukur. Pendekatan berbasis data menjadi kunci untuk memastikan efektivitas program restorasi.

Langkah Telkom di Semarang menjadi contoh bagaimana sektor korporasi dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.

Melalui penanaman mangrove dan edukasi lingkungan, Telkom berupaya memperkuat ketahanan pesisir sekaligus membangun kesadaran kolektif. Upaya tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.