IHSG menjadi yang teratas dari banyak Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, menyusul Hang Seng (Hong Kong), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), SETI (Thailand), PSEI (Filipina), TW Weighted Index (Taiwan), SENSEX (India), KLCI (Malaysia), Straits Times (Singapura), dan KOSPI (Korea Selatan), yang berhasil menguat masing-masing 2,33%, 1,31%, 1,16%, 1,04%, 0,58%, 0,37%, 0,29%, 0,19%, dan 0,11%.
Salah satu sentimen yang memulas laju IHSG datang dari Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang memutuskan tegas memutuskan kebijakan tarif resiprokal yang digaungkan Presiden Donald Trump adalah ilegal.
Kebijakan ini harus dibatalkan, lebih–lebih pemerintah perlu membayar ganti rugi kepada importir yang terlanjur membayar tarif bea masuk tinggi. Sentimen positifnya, ini bisa membuat tarif bea masuk bagi produk–produk Asia ke Negeri Paman Sam menjadi lebih murah.
“Perkembangan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik,” papar Phintraco Sekuritas dalam risetnya siang hari ini, Senin.
Keputusan MA membatalkan tarif resiprokal Presiden Trump disambut positif oleh investor karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif.
Sentimen positif tambahan datang dari berita MSCI yang menyetujui seluruh proposal Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK. Biarpun demikian diprediksi investor tetap mencermati implikasi dari 267 emiten yang harus menaikkan free float dari 7,5% menjadi 15%.
(fad/aji)






























