Logo Bloomberg Technoz

“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA  pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Lukman.

Lebih lanjut, dia memastikan pesawat tersebut telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam

Lukman menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik. 

“Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang,” tegasnya.

Sebelumnya, manajemen Pelita Air mengonfirmasi pesawat Charter milik perusahaan terjatuh di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara pada hari ini, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Sekretaris Perusahaan Patria Rhamadonna mengatakan, perusahaan kini tengah memproses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung ihwal penyebab jatuhnya pesawat.

"Sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai salah satu armada charter Pelita Air, saat ini disampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung," ujarnya lewat pertanyaan resmi.

Patria mengatakan pesawat itu merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.

Pesawat itu, lanjut dia, merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. 

"Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan," tutur dia.

(azr/wdh)

No more pages