Logo Bloomberg Technoz

Dari Balik Dapur MBG, Eks Narapidana Menata Ulang Hidupnya

Redaksi
15 February 2026 14:55

Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Halim 02 di Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Halim 02 di Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Siang itu, di sudut meja persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ramadana, Kecamatan Laura, Sumba Barat Daya, Frederick Norewa berdiri dengan pisau di tangan. Potongan ayam, irisan wortel, kacang panjang, buncis, hingga tempe tertata rapi menunggu tim juru masak.

“Saya potong-potong ayam kalau ada menu ayamnya, terus wortel, kacang panjang, buncis, tempe. Bawang ada juga, bawang putih, bawang merah,” ujarnya saat ditemui di tempatnya bekerja, Jumat (13/2).

Frederick adalah bagian dari tim persiapan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tugasnya mungkin terlihat sederhana, tetapi dari tangannya ribuan porsi makanan bermula. Ia memperkenalkan diri dengan tenang. “Saya Frederick Norewa, asal dari Desa Letekonda.”


Di balik ketenangan itu, ada cerita panjang yang tak mudah. Tahun 1991 silam menjadi titik gelap dalam hidupnya. Frederick terseret kasus penganiayaan berat akibat sengketa batas tanah dengan sepupu jauhnya. “Itu masalah perbatasan tanah. Bukan karena ekonomi,” katanya.

Awalnya hanya adu mulut. Namun situasi memanas. “Yang pertama itu kita masih sempat bersilat lidah, terus kita masih baku ancam, payu kudung, terus kali ketiga itu sempat terjadinya kriminal itu. Mereka ada empat orang. Saya sendirian. Saya takut, begitu saya ayun langkah, satu kali. Tangannya putus,” jelasnya.