Menurutnya, proses selanjutnya akan dilakukan melalui evaluasi menyeluruh. Aspek yang dikaji meliputi kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah daerah, hingga kesiapan teknis panitia lokal untuk memastikan kelancaran agenda nasional tersebut.
Antusiasme Daerah dan Agenda Pendukung
Selain lima BPD yang menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah, sebanyak 13 BPD lainnya juga menunjukkan minat untuk terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan Munas XVIII 2026. Keterlibatan itu diwujudkan dalam bentuk agenda pendukung seperti kuliah umum dan debat kandidat.
“Kami mengapresiasi 13 BPD yang ingin terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan Munas, seperti kuliah umum dan debat kandidat. Ini mencerminkan semangat kolaboratif dan demokrasi yang sehat di tubuh HIPMI,” tambah Anggawira.
Antusiasme yang tinggi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi organisasi. Munas bukan hanya forum pemilihan ketua umum, tetapi juga panggung konsolidasi nasional pengusaha muda untuk memperkuat peran dalam perekonomian.
Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menyatakan pihaknya telah mengantongi dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam pencalonan daerahnya sebagai tuan rumah.
“Kami sudah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Apalagi Gubernur Lampung juga merupakan mantan Ketua Umum HIPMI Lampung, sehingga secara moral dan kelembagaan tentu sangat mendukung jika Lampung menjadi tuan rumah Munas HIPMI XVIII,” ujar Gilang.
Ia menegaskan kesiapan Lampung tidak hanya sebatas dukungan administratif. Infrastruktur venue, akomodasi, serta sinergi dengan pemerintah daerah telah dipersiapkan untuk menyambut peserta dari seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menyampaikan optimisme serupa. Ia menyebut provinsinya memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai agenda nasional berskala besar.
“Jawa Timur sudah berpengalaman meng-handle berbagai acara nasional, sehingga secara teknis, SDM, dan infrastruktur kami sangat siap jika dipercaya menjadi tuan rumah Munas HIPMI XVIII,” kata Ahmad.
Menurutnya, kesiapan itu juga ditopang oleh ekosistem pengusaha muda yang solid serta fasilitas MICE yang memadai. Kombinasi tersebut diyakini mampu menjamin suksesnya penyelenggaraan Munas mendatang.
Persaingan sehat antardaerah ini mencerminkan dinamika organisasi yang semakin matang. Setiap BPD berlomba menampilkan kesiapan terbaik, baik dari sisi teknis maupun dukungan kelembagaan.
Munas XVIII 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan nasional di tubuh HIPMI. Forum ini tidak hanya menentukan arah kepemimpinan tiga tahun ke depan, tetapi juga memperkuat posisi organisasi dalam mendorong kewirausahaan.
Selain itu, konsolidasi nasional dalam Munas diharapkan mampu mempererat sinergi antara pusat dan daerah. Peran strategis pengusaha muda dalam pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu fokus utama pembahasan.
Dengan banyaknya daerah yang menyatakan kesiapan, proses penentuan tuan rumah diperkirakan akan berlangsung dinamis. Evaluasi menyeluruh oleh BPP HIPMI menjadi penentu akhir sebelum keputusan resmi diumumkan.
Antusiasme lima BPD dan dukungan belasan daerah lainnya menunjukkan bahwa Munas XVIII 2026 bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi simbol semangat kolaborasi, demokrasi internal, dan komitmen pengusaha muda untuk terus berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.
(tim)



























