Logo Bloomberg Technoz

Senada dengan Siti, Ardi (37) juga mengaku hal serupa. Di kios miliknya, harga cabai rawit merah juga dibanderol sebesar Rp110.000/kg. Dia mematok harga tersebut lantaran pemasok juga telah menjual dengan harga tinggi.

Namun, Ardi belum bisa memerinci lebih lanjut penyebab kenaikan harga tersebut, yang lagi-lagi hanya menyatakan jika itu memang terjadi secara musiman.

"Kalau saya, dari pekan lalu sudah menjual harga segini memang. Karena dari pemasoknya sudah naikin harga juga, mau gimana lagi," tutur dia.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per pukul 11.30 WIB hari ini, harga cabai rawit merah juga tercatat telah mencapai Rp71.987/kg, lebih tinggi 26,29% dibandingkan harga acuan pemerintah (HAP) yang dipatok dikisaran Rp40.000—Rp57.000/kg.

Dari sisi wilayah, harga rerata cabai rawit merah di DKI Jakarta juga mencapai Rp99.000/kg atau lebih tinggi 73% dari HAP yang dipatok pemerintah.

Merespons hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku tengah berencana untuk membuat regulasi baru untuk mengendalikan harga komoditas cabai di dalam negeri yang selalu mengalami kenaikan menjelang periode ramadan.

Hanya saja, Amran masih belum memerinci aturan apa yang akan dibuat oleh otoritas pertanian negara untuk mengendalikan harga cabai yang kerap mengalami fluktuasi tahunan menjelang ramadan.

"Jadi, petani cabai itu, kita mau coba gimana mengatur regulasinya, sehingga petani cabai juga jangan rugi sekali. Jadi fluktuasinya tinggi banget. Ini kita mau atur ke depan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026) lalu.

(ell)

No more pages