Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Ambruk Gara-gara Robot, Pilih Jual atau Beli?

Hidayat Setiaji
13 February 2026 06:41

Emas batangan dipamerkan dalam acara peluncuran bank emas batangan di Jakarta, Rabu (26/2/2025). (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Emas batangan dipamerkan dalam acara peluncuran bank emas batangan di Jakarta, Rabu (26/2/2025). (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia anjlok pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia kembali meninggalkan level US$ 5.000/troy ons.

Pada Kamis (12/2/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.905,5/troy ons. Ambruk 3,53% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah dalam sepekan terakhir.

Michael Ball, Macro Strategist di Bloomberg, menilai sebenarnya tidak ada isu spesifik yang membuat harga emas jatuh. Koreksi sepertinya lebih karena faktor teknis.


Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ‘kebakaran’. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite merosot masing-masing 1,34%, 1,57%, dan 2.03%.

Namun kemudian algoritma perdagangan otomatis (robot trading) ikut membuat emas mengalami tekanan jual. Ini yang membuat harga emas melorot, padahal tidak ada katalis yang jelas.