Ekonomi Filipina Melambat Tajam Imbas Skandal Korupsi
News
29 January 2026 15:20

Ditas B Lopez dan Neil Jerome Morales - Bloomberg News
Bloomberg, Perekonomian Filipina melambat jauh di bawah ekspektasi, mencatatkan laju pertumbuhan terlemah dalam hampir 15 tahun terakhir di luar periode pandemi. Kondisi ini dipicu oleh skandal korupsi proyek pekerjaan umum yang memukul sektor investasi, konsumsi rumah tangga, hingga belanja pemerintah.
Badan Pusat Statistik setempat melaporkan pada Kamis (29/1) bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) hanya tumbuh 3,0% pada periode Oktober-Desember dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh lebih buruk dari perkiraan seluruh ekonom dalam survei Bloomberg News, dan menurun dari revisi pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 3,9%. Secara keseluruhan, pertumbuhan setahun penuh melambat menjadi 4,4%, di bawah target resmi pemerintah yang dipatok pada 5,5% hingga 6,5%.
"Skandal korupsi proyek pengendalian banjir sangat membebani kepercayaan bisnis dan konsumen," ujar Sekretaris Perencanaan Ekonomi, Arsenio Balisacan, dalam sebuah pengarahan. Ia memperkirakan pertumbuhan tahun 2025 seharusnya bisa mencapai 5,5% jika tanpa skandal tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa investigasi pemerintah terhadap penyimpangan belanja publik "harus dilakukan" demi mewujudkan reformasi.
Akibat rilis data tersebut, mata uang Peso melemah 0,3% ke level 58,90 per dolar AS, sementara indeks saham utama nasional merosot lebih dari 1%.

































