Logo Bloomberg Technoz

Presiden Prabowo Duga Para Pengkritiknya di Medsos adalah Buzzer

Dovana Hasiana
08 January 2026 09:50

Presiden Prabowo di acara HUT Partai Golkar. (Dok. BPMI)
Presiden Prabowo di acara HUT Partai Golkar. (Dok. BPMI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung sejumlah pihak yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahannya di media sosial. Dia mengklaim terbuka dan menerima semua kritik dan masukkan kepada pemerintah.

Namun, presiden menaruh curiga kepada para pengkritiknya yang terus menerus berfokus pada sejumlah isu tertentu. Para pengkritik tersebut bahkan sama sekali tak berkomentar atau berterima kasih saat pemerintah atau pun perwakilan negara mendapatkan prestasi atau meraih keberhasilan tertentu.

Hal ini membuatnya menduga para pengkritik yang gemar berkomentar di media sosial tersebut mendapat bayaran untuk setiap konten kritiknya atau buzzer -- individu atau kelompok yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan, opini, atau promosi secara masif dan terstruktur. Mereka sering kali dibayar dengan tujuan memengaruhi opini. 


“Ini aneh ya, kesehatan jiwa mereka itu agak aneh. Saya sendiri bingung, tetapi biarlah tidak ada urusan itu. Saya kira sedikit mereka itu pintarnya hanya di media sosial. Tidak jelas juga itu, jangan-jangan mereka dibayar,” ujar Prabowo di Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026).

Menurut dia, sejumlah oknum tersebut tidak pernah menghargai prestasi Indonesia. Misalnya, capaian produksi beras nasional yang melampaui permintaan, capaian medali yang didapatkan oleh atlet dalam ajang olahraga internasional dan sebagainya.