Logo Bloomberg Technoz

Alasan Serangan Siber Terus Meningkat Setiap Tahun

News
13 January 2026 13:38

Ilustrasi peretasan di dunia digital, marak terjadi hingga platform aset kripto jadi korban. (Bloomberg)
Ilustrasi peretasan di dunia digital, marak terjadi hingga platform aset kripto jadi korban. (Bloomberg)

Andrew Martin–Bloomberg News

Bloomberg, Salah satu alasan mengapa kejahatan siber tampaknya semakin parah setiap tahun adalah karena para peretas atau hacker terus mengubah cara mereka dan dengan cerdik mengadopsi teknologi baru. Hal ini terjadi dengan kripto dan kode berbahaya yang dikenal sebagai ransomware. Kini hal serupa terjadi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Pada November, Anthropic PBC mengungkap bahwa kelompok peretas yang diduga didukung oleh negara China telah memanipulasi model bahasa besar (large language model) Claude milik startup AI tersebut untuk melancarkan serangan terhadap sekitar 30 target di seluruh dunia. Perusahaan tersebut mengatakan kampanye tersebut, yang berhasil “dalam sejumlah kecil kasus,” merupakan kasus pertama yang tercatat tentang serangan siber berskala besar yang dieksekusi tanpa intervensi manusia yang signifikan. 


Perusahaan keamanan siber juga aktif mengadopsi AI untuk melindungi klien dari hacker. Menurut firma riset dan konsultasi Gartner, sekitar US$213 miliar dialokasikan untuk melindungi jaringan komputer pada 2025, naik 10% dari 2024. 

Namun, meskipun investasi besar dalam firewall, keamanan data, dan manajemen akses, sedikit yang menunjukkan bahwa kejahatan siber sedang surut. Ini masih merupakan bisnis dengan risiko relatif rendah mengingat potensi keuntungannya, dan AI membuatnya lebih mudah — dan lebih cepat — untuk dieksekusi.