Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak Dunia
News
10 February 2026 07:45

Weilun Soon - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia mempertahankan penguatannya selama dua hari berturut-turut. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berpusat pada Iran, salah satu anggota OPEC, memberikan sentimen premi risiko pada pergerakan harga.
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$64 per barel setelah mencatatkan kenaikan 1,7% dalam dua sesi sebelumnya, sementara jenis Brent ditutup di atas US$69. Pada hari Senin (9/2), Amerika Serikat merilis peringatan agar kapal-kapal berbendera AS menjauh sejauh mungkin dari perairan Iran saat melintasi Selat Hormuz. Peringatan ini muncul meskipun ada tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan krusial bagi pengiriman energi Timur Tengah yang menghubungkan banyak produsen ke pasar global, terutama di Asia. Teheran kerap mengancam akan menutup jalur maritim yang sempit tersebut selama periode ketegangan geopolitik berlangsung, meski ancaman itu belum pernah benar-benar direalisasikan.
Harga minyak mentah telah merangkak naik tahun ini seiring ketegangan geopolitik yang berulang, yang mulai menutupi kekhawatiran pasar akan adanya surplus pasokan global yang dapat membebani harga. Berbagai data ekonomi yang akan dirilis pekan ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi para pedagang mengenai kondisi pasar, dimulai dengan laporan terbaru dari badan prakiraan resmi AS pada Selasa (10/2) waktu setempat.

































