Logo Bloomberg Technoz

Polemik RKAB dan DMO Rawan Tekan Ekosistem Pertambangan Batu Bara

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 February 2026 15:30

Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)
Aktivitas pengangkutan komoditas batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mewaspadai efek domino terhadap ekosistem industri pertambangan gegara kebijakan pemangkasan target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dan wacana kenaikan domestic market obligation (DMO) batu bara.

Ketua Komite Pertambangan Minerba Apindo Hendra Sinadia menyatakan dampak pemangkasan produksi tersebut diprediksi tidak hanya dialami oleh perusahaan pertambangan, tetapi juga industriawan dari sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kegiatan pertambangan batu bara.

Misalnya, perusahaan pengangkutan seperti tongkang, truk, kereta api; surveyor, penyuplai atau supplier pertambangan; vendor pertambangan; hingga tenaga kerja dari setiap usaha tersebut.


“Dengan perubahan RKAB menjadi 1 tahun apalagi dengan pemotongan produksi yang signifikan yang kabarnya indikator pemotongan produksi bagi sebagian besar perusahaan terkesan tidak jelas, maka kebijakan ini akan makin membuat sektor industri batu bara menjadi tertekan,” kata Hendra ketika dihubungi, Senin (9/2/2026).

Tongkang batubara./Bloomberg-Dimas Ardian

Kenaikan DMO